Baca Berita

Jangan Sia-siakan Manfaat Dongeng

02 January, 2018

Naufal Prakoso KaDo administrator berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendidikan melalui dongeng sangat disukai anak-anak. Berbagai pesan mudah diterima oleh anak jika disampaikan melalui dongeng.

 

Pendongeng yang merupakan pendiri Kampung Dongeng, Awam Prakoso, mengatakan bahwa melalui dongeng, orangtua, guru dan anak dapat memetik banyak manfaat. Orangtua dan guru didorong untuk tidak menyia-nyiakan manfaat dongeng.

 

"Mendongeng dapat meningkatkan kecerdasan anak, mendongeng secara rutin sangat efektif mengakrabkan hubungan antara orangtua dan anaknya. <!--more-->Jadi mari kita hidupkan budaya mendongeng untuk memberikan kesan hangat di dalam keluarga kita," ungkapnya usai mendongeng di hadapan 70 siswa taman kanak-kanak dalam acara Roadshow Mendongeng Wall's Dreamy Creamy di TK Bakti Mulya 400, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Senin (24/9/2012).

 

Oleh karena itu, Awam menegaskan, orangtua dan guru harus berperan aktif dalam menyajikan cerita yang seru, menarik dan bisa mengajak anak-anak terlibat penuh dengan melibatkan kelima indera mereka.

 

"Jadi mendongeng saja. Selain menjelang tidur, ada banyak waktu dan ruang untuk membiasakan dongeng di dunia anak-anak," tambahnya.

 

Kampanye dongeng

 

Cerita dongeng yang menyenangkan mendorong anak-anak untuk mendengarkan pesan-pesan kebaikan yang terkandung di dalamnya secara ikhlas. Hal itu akan diingat sampai dewasa. Melalui kampanye mendongeng yang bertema "Menanamkan Nilai Kebaikan Sejak Dini Lebih mudah melalui Dongeng" ini, Assistant Brand Manager Wall's in Home PT. Unilever Indonesia Tbk, Kaninia Radiatni, menekankan pentingnya dongeng yang menyenangkan.

 

Kaninia mengungkapkan bahwa budaya dongeng di dalam keluarga dapat menjalin kebersamaan dan menimbulkan interaksi intim antara orangtua dan anak.

 

"Dongeng itu disukai anak-anak, sama halnya dengam es krim. Nikmati saja, masuki dunia imajinasinya. Sebab, dari sana anak-anak bisa belajar kosakata baru, belajar untuk mengekspresikan perasaan, senang sedih, marah dan sebagainya, kemudian menyerap nilai-nilai kebaikannya," tuturnya.

keyboard_arrow_up